Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Ø SINONIM, adalah persamaan kata
yang makna nya sama dan dapat saling menggantikan
Contoh kata : Tenang = diam
Contoh kalimat : Harap tenang ada ujian nasional.

Ø ANTONIM, adalah kata yang berbeda
atau berlawanan.
Contoh kata : Masuk>< keluar
Contoh kalimat : Yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.

Ø HOMONIM, adalah kata-kata yang
bentuk dan cara hafalannya sama tetapi pelafalannya dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Bulan(waktu 30 hari) :
bulan(nama satelit bumi)
Contoh kalimat : Pada tanggal 24 September adalah hari dokter Indonesia.

Ø HOMOGRAF, adalah kata-kata yang
tulisannya sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Memerah(kegiatan mengambil susu
pada hewan) = memerah(Warnapadawajah
yang timbulakibat rasa malu)
Contoh kalimat : Adikku sedang memerah susu sapi.

Ø HOMOFON, adalah kata-kata yang
cara pelapalannya sama tetapi penulisan dan maknanya berbeda.
Contoh kata : Rok(Celana yang dipakaiolehwanita) = rock(Salah
satujenis music yang instrumennyasangatkerasdanberisik)
Contoh kalimat : Rok yang sedangmenjadi trend
saatinibermotifdengannuansamusik rock and roll.

Ø POLISEMI, adalah kata-kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh kata : Kepala(Kepala desa, kepala
surat, kepala rumah tangga, kepala pemerintah, dsb.)
Contoh kalimat : Ayahkumenjadikepalarumahtangga yang disiplin.

Ø HIPONIM, adalah kata-kata yang
mempunyai hubungan antara maknna khusus dan makna umum.
Ø HIPERNIM, adalah kata-kata yang
memiliki banyak atau mewakili banyak kata dan dapat menjadi umum dari
penyebutan kata-kata lainnya.
Contoh kata :Hipernim:
Mobil
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hiponim: Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.
Hipernim :
Ayahku akan membeli mobil
besok.
Hiponim :
Ditoko mobil terdapat macam-macam mobil, contohnya : Toyota, Avanza, Lamborghini, dsbnya.

FRASA
Adalah salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti setiap kata.
Macam-macam frasa antara lain :
1.
Frasa verba : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata kerja.
Contoh
: sedang bermain
2.
Frasa nomina : salah satu bentuk kata yang memiliki artii kata benda.
Contoh
: Makananitu sangat enak

3.
Frasa objektif : salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh
: sangat pendiam
4.
Frasa numerial : salah satu bentuk kata yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh
: usiaku sekarang empatbelas tahun
KONJUNGSI
Adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata,
kalimat, dan paragraf.
Macam-macam konjungsi antara lain :
1.
Konjungsi gabungan : dan, serta, lagi, pula,
lagipula, dsb.
Contoh
Kalimat : Kakak dan adik
sedang belajar bersama.

2.
Konjungsi pilihan : atau, maupun, dsb.
Contoh
kalimat : Buku maupun pensil
adalah alat tulis.

3.
Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi,
namun, melainkan, dsb.
Contoh
kalimat : Pensil dapat dihapus menggunakan pengapus, namun pulpen tidak
.
4.
Konjungsi sebab : karena, karena itu,
sebab, sebab itu, dsb.
Contoh
kalimat : Nilai ulangan Andi jelek, karena
malas belajar.

5.
Konjungsi akibat : akhirnya, hasillnya,
dsb.
Contoh
kalimat : Rio tidak belajar, pada akhirnya
Rio ketahuan menyontekk.

6.
Konjungsi kesimpulan : jadi, maka,, maka dari
itu, dengan demikian, dsb.
Contoh
kalimat : Karena rajin belajar, maka
ia menjadi pintar.

7.
Konjungsi waktu : setelah, sebelum,
sesudah, sampai, dsb.
Contoh
kalimat : Sebelum berangkat
sekolah kakak dan adik berpamitan kepada orang tua.

KATA BAKU, KATA TIDAK BAKU, DAN KATA ASING
Kata baku
Adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan EYD, KBBI,
dan TBBI .
Kata
baku : apotek
Kata
tidak baku : apotik
Kalimat
: Tanteku berjualan di apotek.

Kata tidak baku
Adalah kata yang tidak sesuai dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
tidak baku : kedele
Kata
baku : kedelai
Kalimat
: Adikku sedang minum susu kedele.

Kata asing
Adalah kata yang diserap menggunakan kata baku sesuai
dengan EYD, KBBI, dan TBBI.
Kata
asing : photo copy
Kata
serapan : fotokopi
Kata
baku : fotokopi
Kata
tidak baku : foto kopi
Kalimat
: Di rumahku terdapat mesin photo copy

KARANGAN
Macam-macam
karangan, antara lain :
1. Karangan eksposisi
Karangan
yang menjelaskan tentang paparan atau penjelasan. Contoh : merupakan, adalah,
ialah, yaitu, dsb.
Contoh
karangan :
Bekam
atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan
jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat
permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang
darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Karangan argumentasi
Karangan
yang menjelaskan pendapat atau alasan seseorang. Contoh : menurut, ucap, ujar,
katanya, tutur kata, dsb.
Contoh
karangan :
Menurutpemahamansaya, demambatuakik
yang tengahmewabah di kalanganmasyarakat.Yang
memilikidampakpositifmaupundampaknegatif.Dampakpositifnyatidaklainadalahmenjadisumbermatapencaharianbarubagimasyarakat-masyarakatsekitar.
Namundibelakangitu orang-orang yang
tidakbertanggungjawabmerusakbatuanalamdengansewenang-wenang.

3.
Karangan deskripsi
Karangan
yang menjelaskan tentang melukiskan secara langsung atau tidak langsung.
Contoh
karangan :
Kolamrenangituukurannya 20 x 10 x 1,5
meter. Dasarkolamnyalicindanairnya pun
berwarnahijau.Pengunjungnyatidakterlaluramainamunselaluada.Itulahsalahsatukolamrenang
yang pernahkutemui.

4.
KaranganNarasi
Karangan yang
menjelaskantentangperistiwaataukejadian yang sebenarnya(non fiksi)/(fiksi).
Contohkarangan non
fiksi: sejarah, biografi, dsb.
Contohkaranganfiksi
:mimpi, dongeng, dsb.
Contohkarangan :
Di
sebuahhutan, hiduplah 2 orang anakkembar yang bernama Ana danAni.merekatinggal di
sebuahgubukdankeseharianmerekaselaluberburubinatanguntukdimakan.
Setelahbeberapa lama kemudian, keduaanaktersebutditemukanolehsaudagar kaya yang
kebetulansedanginginberburujuga. Ana danAni pun di bawakerumah sang
saudagardandijadikansebagaiaanakangkatnya.

5.
KaranganPersuasi
Karangan yang
menjelaskantentangajakanatauimbauan.Contoh :Ayolah, marilah, dsb.
Contohkarangan :
Penanggulanganbanjirdapatdilakukandenganberbagaicara.
Misalnya, tidakmembuangsampahsembarangan, rutinmembersihkanirigasi air,
danmelakukanperluasantempatpenampungan air. Dari berbagaicarainihal yang paling
mudahdilakukanadalahdengantidakmembuangsampahsembarangan,
karenadenganmenumpuknyasampahdapatmenghambatdanmenahan air saathujansehingga
air akanmeluapdanterjadilahbanjir. Andatidakinginkebanjirankan, makanyamarilahkitaubahlingkunganmenjadilebihsehatdanamandariancamanbanjirdengantidakmembuangsampahsembarangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar