A . Sinonim : Suatu kata yang mempunyai makna yang sama
dan dapat saling melengkapi.
Ex : cerdas – pandai
Kalimat : Andi adalah anak yang cerdas.
B . Antonim : Suatu kata yang berbeda / berlawanan
maknanya
Ex : tinggi – rendah
Kalimat : Pohon cemara itu sangat tinggi.
C . Homonim : kata kata yang tulisannya dan pelafalannya
sama tetapi maknanya berbeda.
Ex : genting (atap) – genting (gawat)
Kalimat : Situasi saat ini sedang genting.
D . Homograf : kata kata yang tulisannya sama tetapi
pelafalannya dan maknanya berbeda.
Ex : apel (buah) – apel (upacara)
Kalimat : Setiap hari senin anak anak harus melah sanakan
apel bersama.
E . Homofon : Pelafalannya sama tetepi tulisan dan
maknanya berbeda.
Ex : bang (kakak) – bank (tempat benabung)
Kalimat : Saya sering
menabung dibank.
F . Hiponim : kata kata yang memiliki hubungan antara
makna khusus.
Ex : ayam , kucing , kuda merupakan hiponim.
Kalimat : saya memiliki 2 ekor anjing.
G . Polisemi : kata yang memiliki banyak makna.
Ex : kepala -> kepala desa , kepala sekolah.
Kalimat : Kemarin saya bersalaman dengan Kepala Sekolah.
2 . Frasa (Verbal , Nomina , Adjektiva , Numerial )
A . Frasa Verbal : kata yang memiliki arti kerja.
Ex : Sedang(F)
membagikan(V)
Kalimat : Pak RT sedang membagikan sembako.
B . Frasa Nomina : kata yang memiliki arti kata benda.
Ex : Sedang(v) pembagian(Nom) Sembako(F)
Kalimat : Dikelurahan sedang pembagian sembako gratis.
C . Frasa Adjektiva : kata yang memiliki arti kata sifat.
Ex : Sangat(F) baik (A)
, Malas(A) sekali(F)
Kalimat : Anak itu sangat baik.
D . Frasa Numerial : kata yang memiliki arti kata
bilangan.
Ex : Tiga(Num)
mobil Innova(F)
Kalimat : ayah memiliki tiga mobil Innova.
3 . Konjungsi
A . Konjungsi
gabungan : dan , serta , lagipula.
Kalimat : Rezza dan Marni sedang membaca buku.
B. Konjungsi
pilihan : atau , maupun.
Kalimat : saya bingung harus memilih hp merk Samsung atau
Oppo.
C . Konjungsi
pertentangan : tetapi , akan tetapi , melainkan.
Kalimat : Budi sangat tampan akan tetapi anggit lebih
tampan.
D . Konjungsi sebab : karena , karena itu.
Kalimat : Anggit menjadi malas karena bermain dengan
gomblo.
E . Konjungsi akibat : akhirnya , hasilnya.
Kalimat : karna Gomblo berteman dengan Budi akhirnya dia
sekarang jadi malas belajar.
F . Konjungsi kesimpulan : maka , maka dari itu , jadi , dengan demikian.
Kalimat : Leo sekarang rajin belejar maka dari itu Gomblo
jadi rajin belajar juga.
G . Konjungsi waktu : setelah itu , sebelum , sesudah.
Kalimat : Sebelum Gomblo bermain dia harus memungut botol
terlebih dahulu.
4 . Kata Baku , Kata Tidak Baku , Kata Serapan.
A . Kata baku adalah kata yang memiliki arti sesuai
dengan ejaan yang disempurnakan (E Y D) ,
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , dan Tata Bahasa Buku Indonesia
(TBBI).
Ex : risiko , sistim , desain.
Kalimat : Baju tersebut didesain oleh Ivan Gunawan.
B . Kata Tidak Baku adalah kata yang tidak sesuai dengan
EYD , KBBI , TBBI.
Ex : resiko , sistem , disain.
Kalimat : Sekolah kami memiliki sistem belajar yang
disiplin.
C . Kata Serapan adalah kata yang diserap menjadi kata
baku sesuai dengan EYD , KBBI , TBBI.
Ex : risiko , sistim , desain.
Kalimat : Pekerjaan sebagai kuli bangunan memiliki risiko
kecelakaan yang sangat besar.
5 . Karangan ( Eksposisi , Argumentasi , Deskripsi ,
Narasi , Fersuasi ).
A . Eksposisi : karangan yang menjelaskan tentang
definisi.
Ex : yaitu , merupakan.
Kalimat : Penyakit
jantung dan stroke merupakan penyakit yang paling berbahaya di dunia ini.
Bahkan penyakit-penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu dan dua di Indonesia.
Penyakit ini menyerang siapapun tidak mengenal jenis kelamin dan usia
penderitannya. Bahkan penyakit storke pernah ditemukan pada seorang anak kecil.
Sedangkan penyakit jantung, diidentifikasikan pernah menyerang seorang bayi
yang baru lahir.
B . Argumentasi : karangan yang menjelaskan tentang
pendapat (opini) seseorang.
Ex : menurut . ucap . ujar.
Kalimat : Menurut
pemahaman saya, demam batu akik yang tengah mewabah di kalangan masyarakat
memiliki dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positifnya tidak lain
adalah menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat-masyarakat sekitar,
namun dibelakang itu orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak batuan
alam dengan sewenang-wenang.
C . Deskripsi : karangan yang menjelaskan atau
menjabarkan secara langsung dan tidak langsung.
Kalimat : Sepeda
tua yang diparkir disamping rumah Adi itu adalah peninggalan dari neneknya.
Besinya mungkin sudah tua bila dipandang, namun hampir tidak ada karat satupun
yang melekat. Modelnya seperti sepeda tahun abad ke-18, ini sangat berharga
bagi Adi.
D . Narasi : karangan yang menjelaskan tentang peristiwa
yang sebenarnya (non fiksi ) atau tidak
sebenarnya (fiksi).
Ex : Non fiksi : sejarah , biologi.
Fiksi : dongeng , Mimpi.
Fiksi : dongeng , Mimpi.
Kalimat : Pergilah
Adi ke pasar menggunkan sepeda bututnya, sesampainya di pasar dibelilah
kebutuhan-kebutuhan hidupnya bersama sang ayah yang sakit-sakitan. Setelah
semua barang terbeli ia kembali mengayuh sepeda tuanya menuju rumahnya yang
hanya berupa gubuk di pinggir sungai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar