1. -
Sinonim adalah suatu kata yang mempunyai makna yang sama dan dapat saling menggantikan.
Contoh : Besar x megah.
Contoh kalimat : Tas tempat
makan dan tempat makan itu besar.
- Antonim adalah kata yang
berlawanan atau berlawanan maknanya.
Contoh : Besar x kecil.
Contoh kalimat : Tas tempat
makan itu besar dan tutup
botol itu kecil.
- Hiponim adalah kata-kata
yang mempunyai hubungan antara makna khusus dan makna yang sama.
Contoh : Pensil, pulpen, penggaris,
penghapus. (Hiponim benda)
Contoh kalimat : Ia sekolah
membawa pensil, pulpen, penggaris,
penghapus.
- Homomim adalah kata yang
bentuk dan cara pelafalannya sama tetapi memiliki makna yang berbeda.
Contoh : Bulan (satelit bumi).
Bulan (nama-nama bulan).
Contoh kalimat : Sudah 2 bulan ia tidak bekerja (nama
bulan).
- Homograf adalah kata yang
sama tetapi pelafalan dan makna yang berbeda.
Contoh : Apel (Nama Buah).
Apel (Upacara).
Contoh kalimat : Seorang
anak memegang buah apel.
- Homofon adalah kata yang cara
pelafalannya sama tetapi tulisan dan makna berbeda.
Contoh : Bank (Nama tempat).
Bang (Kakak Laki-Laki).
Contoh kalimat : Buku
tabungan bank itu milik dia
(nama tempat)
- Polisemi adalah kata yang
memiliki maknanya banyak.
Contoh : Bola
(Alat Olahraga).
Bola (Anggota tubuh).
Contoh kalimat : Seorang
anak sedang bermain bola
(alat olahraga).
2. – Frasa Nomina adalah salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata benda.
Contoh:
sedang membaca buku
F V
N
Contoh kalimat : Dia sedang membaca buku di
perpustakaan.
- Frasa Adjektiva adalah salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata sifat.
Contoh : Baik sekali.
A V
Contoh kalimat : Dia baik sekali kepada temannya.
- Frasa Numerial adalah salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata bilangan.
Contoh : Buku 3
V Numerial
Contoh kalimat : Buku itu berjumlah 3.
- Frasa Verbal adalah salah satu bentuk kata
yang memiliki arti kata kerja.
Contoh : sedang berlari.
F V
Contoh kalimat : Dia sedang berlari.
3. Konjungsi
adalah salah satu bentuk kata yang menghubungkan kata, kalimat, dan paragraf.
Contoh Konjungsi :
- Konjungsi Gabungan :
Contoh : Dan.
Contoh Kalimat : Dia dan temannya sedang mengerjakan pr.
- Konjungsi Pilihan :
Contoh : Atau.
Contoh
Kalimat : Atau dia yang
terpiilih menjadi ketua kelas.
- Konjungsi Pertentangan :
Contoh : Tetapi.
Contoh Kalimat : Anak itu tidak masuk tetapi dia izin.
- Konjungsi Sebab :
Contoh : Karena.
Contoh Kalimat : Dia tidak masuk karena sakit.
- Konjungsi Akibat :
Contoh : Akhirnya.
Contoh Kalimat : Setelah perjalanan 2 jam akhirnya ia sampai.
- Konjungsi kesimpulan :
Contoh : Maka dari itu.
Contoh Kalimat : Maka dari itu ia terpilih menjadi ketua kelas.
- Konjungsi Waktu :
Contoh : Setelah.
Contoh Kalimat :Setelah makan siang ia mengerjakan pr.
4. –
Kata baku adalah kata yang memiliki arti sesuai dengan ejaan yang disempurnakan
(EYD)
Contoh : Tidak.
Contoh Kalimat : Dia tidak mengikuti ulangan hari ini.
- Kata Tidak Baku adalah kata yang tidak
sesuai dengan (EYD, KBBI, dan TBBI).
Contoh : Enggak.
Contoh Kalimat : Dia enggak masuk sekolah hari ini.
- Kata serapan adalah kata asing yang disaring
atau diserap menjadi kata baku sesuai dengan (EYD, KBBI, TBBI).
Contoh : Risiko.
Contoh Kalimat : Dia yang menanggung risikonya.
5. -
Karangan Eksposisi adalah karangan
yang menjelaskan tentang suatu peristiwa.
Contoh : Merupakan.
Contoh Kalimat : Aktivitas fisik bagi
anak-anak ternyata berdampak
positif. Temuan ini merupakan
hasil riset dari University of ilinas, Amerika Serikat. Seorang anak yang
sering berolahraga lebih cepat dan akurat dalam berpikir. “Karena itulah,
olahraga sangat penting buat anak-anak” kata Dr.Charles Hilman, salah seorang
peneliti. Selain itu banyak sekali manfaat yang didapat dari berolahraga.
- Karangan Argumentasi adalah karangan yang menjelaskan tentang
pendapat atau alasan (opini) seseorang.
Contoh : Menurut.
Contoh Kalimat : Menurut Deva Lee Daris, peneliti dari National Academy of
Science, seorang perokok mempunyai kemungkinan 4-14% lebih tinggi terkena
kanker paru-paru dibandingkan dengan bukan perokok. Kematian akibat kanker
paru-paru yang terjadi karena kebiasaan merokok bisa mencapai 8-90%. Selain
itu, merokok juga dapat menyebabkan berkurangnya ketajaman mata. Setiap tahun,
kira-kira 3 juta orang akan mati karena keracunan asap rokok dan jumlah itu
akan meningkat sampai 10 juta pada tahun 2000. Dan angka itu akan meningkat
setiap tahunnya.
- Karangan Deskripsi adalah karangan yang menjelaskan atau melukiskan
secara langsung.
Contoh : Adalah.
Contoh Kalimat : Pendidikan adalah jiwa sebuah bangsa. Lebih
dari sebuah komitmen, persoalan pendidikan adalah
persoalan keterlibatan. Ini kata mereka “Meskipun hanya orang kecil, bagi saya
pendidikan untuk anak-anak harus diutamakan karena itu akan menjadi modal
mereka di masa yang akan datang. Kan, kasihan sekali! Apabila mereka tidak
disekolahkan. Tentunya mereka akan minder sekali dalam bergaul dengan
teman-temannya, yang bersekolah.
- Karangan
Narasi adalah karangan yang menjelaskan peristiwa atau kejadian (non fiksi)
atau tidak sebenarnya (fiksi).
Contoh : Biografi (Non Fiksi).
Contoh Kalimat : Drs.H.Mohammad Hatta lahir
pada tanggal 12 Agustus 1902 di Sumatera Barat. Ia adalah pejuang, negarawan,
dan juga wakil presiden Indonesia yang pertama. Ia dibesarkan di lingkungan
keluarga ibunya. Ayahnya Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia 8
bulan. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.
- Karangan
Persuasi adalah karangan yang berarti himbauan atau ajakan.
Contoh : Mengajak.
Contoh Kalimat: Seorang
ketua RT sedang keliling komplek dan melihat suasana di komplek tersebut. Pada
suatu tempat ia melihat salah satu selokan kotor sekali. Dan langsung terlintas
dalam pikirannya untuk mengajak
warganya bekerja bakti. Kerja bakti tersebut akan diadakan pada hari minggu.
Kerja bakti tersebut dilakukan guna membersihkan lingkungan sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar