Nama : fadhillah ali
Kelas: x-iis 2
Sman: 41
1. Sinonim = Kata yang mempunyai makna yang sama dan
dapat saling menggantikan. (hemat-irit)
Contoh = hemat pangkal kaya
2. Antonim = Kata yang memiliki makna yang berbeda dan
juga berlawanan. (daratan-lautan)
Contoh = kapal itu berlayar di lautan luas
3. Homonim = Kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama
tetapi maknanya berbeda.( bulan = kalender, bulan = sateli)
Contoh = sekarang adalah bulan september
4. Homograf = Kata yang tulisannya sama tetapi makna dan
cara pelafalannya berbeda. (serang= menyerang, serang= nama daerah)
Contoh = saya pergi ke serang bersama keluarga
5. Homofon = Kata yang cara pelafalannya sama tetapi
makna dan tulisannya berbeda.( Bang = kakak laki laki, bank = tempat menabung)
Contoh = saya menabung di bank bri
6. Hiponim = Kata yang mempunyai hubungan antara makna
khusus dan makna umum. (nasi goreng dan bubur ayam adalah hiponim makanan)
Contoh = nasi goreng pak maman lezat sekali
7. Polisemi = Kata yang memiliki makna yang banyak.
(kepala= kepala sekolah, kepala= anggota tubuh
Contoh = kepala sekolah Sman 41 mengadakan class meeting
8. Hipernim = Kata yang mewakili banyak kata lain dan
dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata lainnya. (hipernim Negara:
brasil,amerika,Ghana)
Contoh = Indonesia,Malaysia,Singapore, dan Thailand
adalah anggota asean
(FRASA)
Frasa = Salah satu bentuk kata atau jenis kata yang
memiliki arti pada setiap katanya.
1. Frasa Verba = Salah satu bentuk kata yang memiliki
arti kata kerja.
Contoh = Sedang Berlari.
F V
Contoh= dia sedang berlari di lapangan
2. Frasa Nominal = Salah satu bentuk kata yang memiliki
arti kata benda.
Contoh = Naik Sepeda.
F N
Contoh = saya sedang naik sepeda di lapangan
3. Frasa Adjektifa = Salah satu bentuk kata yang memiliki
arti kata sifat.
Contoh = Malas Sekali.
A F
Contoh = dia malas sekali dalam belajar
4. Frasa Numerial = Salah satu bentuk kata yang memiliki
arti kata jumlah.
Contoh = 3 mobil kijang
innova.
N F
Conoth= ibu saya mempunyai 3 buah mobil kijang innova
Konjungsi = Salah satu bentuk kata yang menghubungkan
kata, kalimat dan paragraf.
1. Konjungsi
Gabungan = dan
Contoh: saya dan adi berkawan sejak 2 tahun yang lalu
2. Konjungsi
Pilihan = atau
Contoh:kami memilih irfan atau dani yang akan ikut perlombaan
3. Konjungsi
Pertentangan = Tetapi
Contoh: saya ingin mempunyai motor tetapi ibu tidak setuju
4. Konjungsi
Sebab = sebab.
Contoh: saya terluka sebab terjatuh dari motor
5. Konjungsi
Akibat = Akibat
Saya bangun kesiangan akibatnya saya telat sekolah
6. Konjungsi
Kesimpulan = jadi
Contoh: dia menjadikan saya sebagai juru foto
7. Konjungsi
Waktu = sebelum
Contoh: sebelum makan saya berdoa.
1. Kata Baku = Kata yang memiliki arti sesuai dengan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Tata
Bahasa Baku Indonesia (TBBI).
Contoh = KB : tehcnologi,
KTB :teknologi, KS : technologi
2. Kata Tidak Baku = Kata yang tidak sesuai dengan Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Tata Bahasa Baku
Indonesia (TBBI).
Contoh = KTB :moderen, KB :modern, KS : modern
3. Kata Serapan = Kata asing yang disaring atau diserap
menjadi kata baku yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Tata Bahasa Baku Indonesia (TBBI).
Contoh = KS :economy, KB : economi, KTB : ekonomi
1. Deskripsi
= Suatu bentuk karya tulis yang
menggambarkan atau melukiskan suatu objek atau benda kepada para pembaca
seolah-olah pembaca merasakan, melihat atau mengalami sendiri topik di dalam
tulisan.
Contoh:
Masih
melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai anyer. Gelombang ombak
bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak
bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada
tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di
sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan
bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai.
Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin
air itu. ketika bibirku terkena percikan.
Sepanjang
aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan.
Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola,
bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling
membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati
keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini
memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai anyer.
2. Argumentasi = Karangan yang berisi pendapat atau argument penulis tentang
suatu hal. Karangan ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar memiliki
pandangan yang sama akan suatu hal dengan pandangan penulis.
Contoh =
Pantai
Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai
berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian
masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan
hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal,
ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan
bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis,
Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80
kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi,
banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para
masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan
bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air)
yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah
yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
2.
Narasi = Suatu bentuk karya tulis yang berupa
serangkaian peristiwa baik fiksi maupun non fiksi yang disampaikan sesuai
dengan urutan waktu yang sistematis dan logis. Pada karangan narasi terdapat
tahapan-tahapan peristiwa yang jelas, dimulai dari perkenalan, timbul masalah,
konflik, penyelesaian dan ending.
Contoh:
Tepat
ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir
pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu
ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke
Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua
perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan
nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut.
Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai
Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan
waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke
mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang
semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku
saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu
berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan
dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam
benakku, aku kan kembali esok
4.Persuasi = Salah satu bentuk karya tulis yang berisi
ajakan-ajakan kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu
hal. Sama halnya dengan karangan argumentasi, karangan persuasi juga dilengkapi
dengan pendapat-pendapat penulis yang disertai dengan pembuktian agar pembaca
yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karena sifatnya yang
berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang disampaikan
oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.
Contoh =
Indonesia terkenal sebagai negara agragris
yaitu negara yang masyarakatnya pada umumnya berkerja di bidang pertanian.
Karena itu banyak sekali hasil dari pertanian yang terbesar ialah padi . Namun
tanpa kita sadari karena tingginya ketergantungan terhadap padi sendiri membuat
pertanian kita hanya bergantung pada sektor tersebut. Sedangkan karena
tingginya jumlah konsumen nasi membuat kebutuhan akan padi semakin meningkat
hingga pada titik tertentu Indonesia harus impor beras. Ini ialah hal yang
sangat riskan karena negara agragris harus meng impor beras. Hal ini tidak
lepas dari kebiasaan masyarakat yang bergantung pada nasi. Padahal masih banyak
makanan yang bisa menggantikan padi. Oleh karena itu beralih lah ke makanan
lain pengganti nasi seperti jagung dan ubi-ubi an yang tidak hanya mudah
ditemukan dan tentunya lebih ekonomis dan dapat menumbuhkan sektor pertanian
yang lainnya.
5. Eksposisi = Sebuah karangan yang berisi tentang
penjelasan-penjelasan atau pemaparan mengenai suatu informasi kepada pembaca.
Tujuan karangan ini adalah untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya
kepada pembaca.
Contoh =
Parangtritis adalah
nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini
terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah
selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup
terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup,
Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak
terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya
gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa
disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan
cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan
souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang
konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya
penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal
dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke
pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam
kecil bermain anak-anak.
Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang
dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga
parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar